Ion balance adalah pintu gerbang kita untuk masuk ke pengolahan lebih lanjut. Setelah ion balance, paling pertama harus melihat tipe air dari fluida panas bumi yang kita ambil sampelnya dari manifestasi atau dari sumur. Pengecekan tipe air ini menggunakan diagram trilinier Cl-HCO3-SO4.
Caranya:
- Konsentrasi (ppm) Cl, HCO3, dan SO4 harus diketahui.
- Buat fraksi masing-masing dalam persen (%)
- Terapkan pada diagram trilinier seperti terlihat pada gambar berikut.
Interpretasi:
- Air klorida. Titik plotting jatuh pada apex Cl (hijau) berarti air tersebut berasal dari reservoir.
- Air sulfat. Titik plotting jatuh pada apex SO4 (merah) berarti air tersebut dipangaruhi oleh gas magmatik. Air ini mungkin saja berasal dari reservoir yang naik bersama gas magmatik ke permukaan. Atau air ini berasal dari permukaan namun terpanaskan oleh gas magmatik yang keluar yang berasal dari sumber panas (magma).
- Air bikarbonat. Titik plotting jatuh pada apex HCO3 (biru) berarti air ini banyak dipengaruhi air permukaan. Bisa jadi air reservoir yang naik ke permukaan sudah tercampur dengan air permukaan yang lebih dominan. Pengaruh gas CO2 yang terkondensasi bisa menjadikan fluida panas bumi bertipe ini.
- Steam heated water. Titik plotting jatuh di antara SO4 dan HCO3 (ungu) berarti fluida dipengaruhi gas magmatik juga tercampur dengan air permukaan.
Penentuan tipe air sangat penting untuk melihat air yang kita sampel berasal dari mana dan proses yang terjadi saat air tersebut naik ke permukaan. Selain diagram tipe air, harus juga diperhatikan kematangan (maturity) dari air tersebut. Untuk menganalisisnya diperlukan diagram Na-K-Mg (diagram kesetimbangan fluida).






