Aku berjalan tertatih. Kecelakaan di dapur kemarin membuatku terpincang-pincang. Kemarin, seseorang membiarkan keran terbuka begitu saja. Lantai dapur banjir, walaupun hanya semata kaki. Begitu melihatnya kepalaku langsung pusing dan merinding. Saat mencoba melangkah untuk mematikan keran, aku terpeleset jatuh padahal aku sudah berpegangan. Baru kali ini aku melihat genangan air dan rasanya begitu ketakutan. Seorang [...]
Chapter 9: Pembunuh Gelombang
Dari balik kemudi John melirik, “Kau yakin?” “Tak pernah seyakin ini,” jawabku mantap. Kamipun terbang. Aku mempelajari rute penyelamatan diri yang kusarankan pada pria itu. Dari titik terakhir sebelum gempa, sinyal Gemini menunjukkan bahwa pria itu berhasil keluar dari Waterboy. Kutandai titik keberangkatan pria itu. Aku melingkari suatu wilayah pada peta dan memasukkan koordinatnya ke [...]
Chapter 8: Sendiri
Aku meletakkan hidupku di atas nampan dan mempersembahkannya di meja judi. Aku tak melihat kemungkinan untuk melarikan diri. Kalaupun aku selamat, mereka pasti menahanku. Sulit bagiku untuk mempertanyakan konsistensi mereka. Guantanamo menjadi bukti sahih bahwa mereka tak akan segan-segan menahanku tanpa pengadilan. Aku hampir yakin kasus ini takkan tersiar ke media. Bilapun ada wartawan keselek [...]
Chapter 7: Pertemuan
Pilot kami mengatakan bahwa kami harus menepi. Terlihat satu pesawat tempur US Air Force ada di samping pesawat kecil kami. Perbandingannya seperti kuda dan kambing, tentu kamilah kambingnya. Tapi urusan suaranya dan kecanggihannya lebih tepat disebut semut dengan gajah. Aku tidak tahu apa tipenya, yang pasti bukan pesawat yang menggiring pesawat yang ditumpangi pria itu. [...]
Chapter 6: Kesalahan
Aku berpegangan sekuat tenaga. Kurasa semua perhitunganku salah besar. Pesawat makin terasa hampa tanda jatuhnya makin deras, dan … Ruangan ini sangat asing. Berbagai peralatan medis, samar aku melihat seorang wanita berbaju putih. Aku meraba kepalaku, tapi bukan kulitnya yang kusentuh, melainkan kain kasa membalut kepalaku. Aku gerakkan tanganku satunya lagi, belitan selang mencegahku. Gumamanku [...]
Chapter 5: Dilema
Baru saja mau lepas landas, perhatianku tersedot di luar jendela. Manusia bergerombol memasuki pesawat besar. Aku tak tahu jenisnya, tapi rasanya cukup menampung lebih dari 100 orang. Aku tak bisa memperhatikannya lagi saat pesawat kecilku ini lepas landas. Aku mengerjapkan mata, mencoba melihat masih ada harapan menggantung di fasilitas utama NASA itu. Aku masih bertanya-tanya [...]
Chapter 4: Dasar Laut dan Puncak Gunung
Aku sangat menyukai pulau ini. Pulau Andros namanya. Yang paling menarik di tempat ini, setidaknya bagiku, adalah gua bawah airnya yang disebut Blue Hole; Lubang berisi air berwarna biru yang merupakan jalan masuk ke gua bawah air. Bila dilihat dari atas seperti kolam saja, tapi nyatanya memiliki kedalaman sampai 133 meter dan saling terhubung satu [...]
Chapter 3: Pseudo-Shakespeare
Atlantik terlihat bagaikan landasan air yang tak ada habisnya. Aku terus tersenyum. Teman seperjalananku menganggapku sudah gila. Mungkin. Hanya beberapa jam lagi aku menginjakkan kaki di kota tempat perhelatan olimpiade ’96 digelar. Tak pernah aku merasa begitu bersemangat. Rasanya pesawat jatuh pun aku akan berenang ke tanah Paman Sam seperti yang dilakukan anak buah Columbus [...]
Chapter 2: Purnama
Habis sudah keyakinanku. Pilar yang kubangun bertahun-tahun, kepingan demi kepingan di atas sebuah keyakinan tak mampu menghadangnya. Begitu lemahnya seperti terhempas kekuatan 5 pada skala Fujita dari Tornado Waco. Semuanya samar, tak ada bekasnya. Dan semuanya karena seorang perempuan. Perempuan ini kukenal saat studi masterku. Aku tak pernah dekat dengannya. Hanya bicara seperlunya, bergurau seadanya. [...]
Chapter 1: Guinchos
Sedikit melongok ke luar jendela. Awan semua, sedikit perairan yang terlihat. Aku memegang GPS, di layarnya tertulis Latitude: 24° 9’ 0” N, Longitude: 77° 35’ 10” W pada lokasi tujuan. Dengan sedikit fisika sederhana hasil bagi antara jarak dan waktu maka kudapatkan kecepatan rata-rata pesawat ini. perkiraan itu membantuku mengetahui kapan aku sampai. Ini bukan [...]





