Saya penyuka buku. Biar dikira pintar. Padahal nggak suka buku pelajaran. Menjelang akhir SMA saya mulai menulis. Pada waktu itu banyak sekali gagasan yang berseliweran di kepala ini. Akhirnya saya, yang waktu itu baru pertama kali punya komputer, menuliskannya dalam bentuk novel. Novel pertama itu menjadi sarana saya melatih kemampuan menulis. Sampai akhirnya saya jatuh cinta dengan menulis.
Masuk kuliah, minat saya menulis makin luas. Tidak hanya dalam fiksi, tapi juga merambah nonfiksi dengan terlibat sebagai jurnalis di buletin kampus yang terbit mingguan. Di CES (buletin kampus itu), saya dipaksa untuk menulis tentang banyak hal, mulai dari menulis berita lokal jurusan kimia dan himpunan, artikel sains yang berhubungan dengan kimia, cerpen, puisi, dan juga trivia-trivia. Itulah yang mendorong saya membaca banyak buku. Bisa dibilang dibandingkan buku kimia, saya lebih banyak membaca novel. Waktu kuliah dulu biasanya saya hanya jeda sehari atau dua, sisanya saya pasti baca novel.
Menjelang akhir masa kuliah saya mendapat berkah yang membuka jalan saya menuju dunia penulisan profesional. Waktu itu di radio Paramuda Bandung ada acara mengenai kepenulisan, Schooltastic. Seorang narasumber menjelaskan banyak hal tentang dunia penulisan. Saya beranikan diri mengirim naskah yang lama saya pendam. Ternyata responnya sangat baik. Naskah saya dinilai cukup baik. Kemudian saya berkenalan dengan narasumber itu. Sejak itulah saya sering diberi order menulis. Saya biasanya menerima orderan tulisan apapun, tujuannya agar saya bisa belajar mengenai semua aspek penulisan. Dan alhamdulillah sejak lulus kuliah saya tidak pernah merasakan jobless.
Setelah S1 saya lulus pun dan bekerja, saya tetap mendapat orderan penulisan, selain tentunya menulis proyek pribadi juga. Bahkan saat saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sebagai editor dan melanjutkan kuliah S2, saya yakin bisa membiayai hidup saya dari menulis. Dan itu benar. Selama kuliah S2, pendapatan utama saya ya dari buku-buku yang saya tulis, sampai akhirnya saya lulus.
Sekarang saya bekerja sebagai ahli geokimia di perusahaan energi nasional, tapi passion saya untuk terus menulis tidak pernah surut. Saya yakin walaupun nanti, mungkin, saya melanjutkan S3 (aamiin), hasrat menulis saya akan tetap saya salurkan. Tapi mungkin untuk ke depannya saya akan fokus menulis fiksi karena di situlah saya merasa nyaman.
Oiya, saya penyuka sambal. Apapun. Ada yang mau gabung makan bareng? Kita adu kuat makan sambal. Tapi bayar sendiri ya





